Din Syamsuddin yang juga Chairman Global Peace Forum mengingatkan umat Islam sedunia untuk tidak terprovokasi oleh berbagai manuver politik global. Ia menyerukan penguatan solidaritas keislaman dan menghindari isu-isu yang memecah belah.
Lebih lanjut, ia mengkritik posisi Indonesia yang dinilai tidak cukup kuat untuk bertindak sebagai penengah dalam konflik. Indonesia dianggap kurang memiliki political leverage dan telah terlanjur dipersepsikan sebagai sekutu AS serta sahabat Israel.
Pertanyaan Mendasar tentang Urgensi Keikutsertaan Indonesia
Din Syamsuddin mempertanyakan urgensi keikutsertaan Indonesia jika tidak disertai keberanian untuk bersikap tegas. "Apa gunanya bergabung dalam Board of Peace bikinan Donald Trump kalau tidak berani menegurnya?" ujarnya.
Ia menegaskan bahwa untuk menjadi penengah yang kredibel, Indonesia harus berani menekan Amerika Serikat dan Israel untuk menghentikan agresi. Tanpa sikap tegas tersebut, keikutsertaan Indonesia dalam forum itu dinilai tidak akan membawa dampak signifikan bagi perdamaian dunia, khususnya bagi rakyat Palestina.
Artikel Terkait
Bahlil Lahadalia Bikin Heboh: Kenaikan Harga BBM Disebut Dosa Baru yang Ancam Pemerintahan
Jusuf Kalla Bongkar Isi Chat Rismon: Mau Kasih Buku Gibran End Game, Saya Tolak!
Golkar Buka Suara Soal Klaim JK: Benarkah Hanya Dia yang Bawa Jokowi ke Kursi Presiden?
Jusuf Kalla Ungkap Fakta Mengejutkan: Saya yang Bawa Jokowi dari Solo ke Istana!