- Tekanan Geopolitik Global akibat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
- Beban Utang Besar warisan dari pemerintahan sebelumnya yang memberatkan kondisi fiskal.
Didu juga mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan JK dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo pada 15 Maret sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan istana. "Saya sempat dikontak, mempertanyakan mau apa JK," ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa pertemuan itu murni merupakan forum mencari solusi atas masalah nasional, bukan sebuah manuver politik.
Skenario Defisit Anggaran dan Dampaknya
Said Didu memaparkan skenario mengkhawatirkan jika defisit anggaran pemerintah terus melebar tanpa kendali. Menurutnya, dalam dua bulan pertama tahun ini, defisit sudah mencapai sekitar Rp200 triliun.
"Jika pola ini berlanjut hingga Juli-Agustus, angka defisit bisa menembus Rp1.000 triliun," tegas Didu. Ia menggambarkan kondisi terburuk yang mungkin terjadi jika hal itu tidak diantisipasi: jalanan rusak parah, daerah kehabisan dana, dan layanan dasar seperti Puskesmas tidak dapat berfungsi dengan normal.
Peringatan dari kalangan senior ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas ekonomi dan sosial politik Indonesia menuju tahun 2026.
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai: Inilah Alasan Pengamat Bilang Isu Ini Sengaja Diperpanjang!
AM Hendropriyono Buka Suara: Ini Alasan Seskab Teddy Disebut Cerminan Pemimpin Masa Depan
Viral! Saiful Mujani Serukan Jatuhkan Prabowo, BRIN Buka Suara: Makar atau Bukan?
Viral Video Saiful Mujani: Makar atau Potongan yang Sengaja Digiring? Ini Kata SMRC!