Seruan untuk Mengakhiri Polemik
Pengamat itu menegaskan bahwa sudah saatnya polemik ini diakhiri. Apalagi, sebagian pihak telah menempuh jalur hukum formal maupun upaya mediasi di luar pengadilan.
"Saya kira sudah saatnya kita harus mengakhiri persoalan ijazah ini. Bukankah saat ini sudah ada pihak-pihak yang menjalani proses hukum dan ada juga yang menempuh mediasi melalui restorative justice," tegas Adi Prayitno.
Respons Jokowi dan Tudingan Terbaru
Di sisi lain, Presiden Joko Widodo memilih untuk tidak berspekulasi menanggapi berbagai isu yang beredar, termasuk tudingan adanya koordinator di balik penyebaran isu ijazah palsu.
"Saya tidak mau berspekulasi dan saya juga tidak mau menuduh siapapun. Biarkan proses hukum dan proses yang lain berjalan apa adanya," kata Jokowi di Solo, Jumat, 3 April 2026.
Polemik ini kembali mencuat setelah beredar video di media sosial yang menyebut sejumlah tokoh seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Rizieq Shihab, dan Puan Maharani diduga terlibat. Namun, tudingan tersebut telah dibantah oleh pihak-pihak terkait dan kebenarannya belum terbukti hingga kini.
Isu ijazah Jokowi pun terus bergulir tanpa kejelasan kapan akan berakhir, menyita perhatian publik dari berbagai masalah bangsa yang lebih mendasar.
Artikel Terkait
JK Siap Polisikan Rismon Sianipar ke Bareskrim, Ini Tudingan Rp 5 Miliar yang Bikin Heboh
Juli-Agustus 2026 Kritis! Peringatan Jusuf Kalla Soal Potensi Chaos Nasional Akibat Defisit Rp1.000 Triliun
AM Hendropriyono Buka Suara: Ini Alasan Seskab Teddy Disebut Cerminan Pemimpin Masa Depan
Viral! Saiful Mujani Serukan Jatuhkan Prabowo, BRIN Buka Suara: Makar atau Bukan?