Menurut Efriza, lonjakan harga Minyakita sebagai minyak goreng bersubsidi untuk rumah tangga bukan sekadar sinyal ekonomi yang melemah. Lebih dari itu, hal ini menunjukkan bahwa Zulhas tidak memiliki perencanaan matang dalam menghadapi tekanan ekonomi yang semakin memberatkan masyarakat.
"Kondisi ini sekaligus merembet pada kegagalan kinerja Kementerian Perdagangan," tegasnya.
Lebih lanjut, lulusan S2 Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) ini menambahkan bahwa tekanan dalam tata kelola ekonomi pangan dan energi domestik saat ini memperlihatkan lemahnya pengendalian distribusi serta stabilisasi harga kebutuhan pokok. Ia menyoroti bahwa harga Minyakita yang seharusnya terkendali justru tidak sesuai HET, bahkan sebelum rencana kenaikan harga diumumkan.
"Kondisi ini menunjukkan adanya persoalan dalam pengawasan pasar, rantai distribusi, dan ketidakmampuan pemerintah untuk mengatasi kemungkinan permainan spekulan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Seskab Teddy Bungkam saat Dihujat Amien Rais? Ternyata Ini Alasannya yang Mengejutkan!
Viral! Dandim Ternate Bongkar Alasan di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi – Ternyata Demi Ini
Amien Rais Bongkar Orientasi Seksual Teddy? Idrus Sambo Beri Klarifikasi Mengejutkan!
Amien Rais Siap Tanggung Risiko: Tudingan Liwath ke Teddy Indra Wijaya Guncang Istana?