Dia tak pengin rakyat merasa membeli 'kucing dalam karung' dalam menentukan pemimpin Indonesia ke depan.
Tips pertama dari Arief, rakyat jangan teperdaya dengan tokoh yang hanya terlihat merakyat.
"Jangan tertipu dengan tokoh yang kelihatannya merakyat," katanya melalui keterangan pers pada Selasa (28/6).
Tips kedua, rakyat harus memilih tokoh yang memiliki rekam jejak yang jelas, misalnya sosok yang bisa meningkatkan perekonomian rakyat.
Menurut Arief Poyuono, sangat mudah melihat rekam jejak calon pemimpin Indonesia pada 2024, karena bakal capres menjabat gubernur, pimpinan DPR RI, sampai menteri.
"Artinya, rakyat harus cerdas. Sejauh mana mereka yang saat ini menjabat pejabat negara, kebijakannya, programnya, apakah sudah dirasakan rakyat, apakah sudah memengaruhi kehidupan ekonomi keluarga masyarakat," kata mantan wakil ketua umum Gerindra itu.
Arief kemudian menyebut rakyat tidak wajib memilih calon presiden yang pernah kejeblos got, rajin bersepeda, atau yang mengesankan masih muda.
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?