Melanjutkan analisisnya, Rocky menyinggung soal lawan politik Anies Baswedan yang perlahan justru membelot mendukung Anies sendiri. Yang belum lama terjadi adalah Sunny Tanuwidjaja, eks tangan kanan Ahok dan juga pentolan PSI.
Menurut Rocky, kemungkinan para “lawan” Anies termasuk lembaga survei perlahan akan menaungi Anies sehingga bagi beberapa pihak, termasuk lembaga Survei lain akan terganggu bisnisnya.
“Kesimpulan orang Anies berarti sudah diasuh oleh pollster (lembaga survei) lain semacam CSIS yang secara ideologis harusnya bersebrangan dengan Anies yang dianggap 212 sementara CSIS dengan katolik, Cina, dan konglemerat,” tambah Rocky.
Baca Juga: Eks “Tangan Kanan” Ahok dan Pentolan PSI Nyatakan Dukung Anies Baswedan, Peringatan Rocky Gerung Nggak Main-main: Jebakan Batman!
Atas dasar itu, menurut Rocky ada lembaga survei yang merasa bisnisnya terganggu.
“Jadi mungkin karena itu ada bisnis yang juga terganggu di antara para pollster. Tapi kemudian bisnis itu dikaitkan dengan kejengkelan ya sangat mungkin ada yang dibatalkan lembaga surveinya,” tambah Rocky.
Semua skema itu menurut Rocky mengubah variable bisnis dan peta politik.
“Nah itu yang memicu kejengkelan. Peta bisnis politik berubah kan? Berarti juga dana-dana pesanan oligarki berubah tuh surveyor,” lanjut Rocky.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?