“Nanti baru kita bisa menilai dalam realisasi langkah-langkah berikutnya, upaya diplomasi di antarkementerian, seperti itu,” ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi tengah jadi sorotan karena menjadi satu-satunya kepala negara di Asia yang berani datang ke Ukraina dan Rusia saat kedua negara tengah berperang.
Kedatangan Jokowi ke Ukraina dan Rusia diketahui untuk membawa misi perdamaian.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?