"Lakukan berbagai terobosan, sehingga kebijakannya jadi best practices bagi daerah-daerah lain. Mungkin karena baru menjabat kurang dua tahun," kata Zaki.
Akademisi Universitas Islam Negeri ini mengatakan, ia tidak yakin dengan peluang dan kampanye Gibran jika maju dalam Pilkada DKI Jakarta mendatang.
Meski demikian, lanjut Zaki, bukan tidak mungkin Gibran memenangkan Pilgub DKI Jakarta. Apalagi jika istana ikut memobilisasi partai-partai koalisi pemerintah. Namun itu justru hanya membuat Gibran terkesan sebagai 'gubernur karbitan'.
"Namun, jeleknya itu akan muncul sebutan dan kesan sebagai gubernur karbitan," katanya.
Sumber: jakarta.suara.com
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?