Partai NasDem benar-benar mendapat perhatian saat mereka mengumumkan 3 nama sebagai bakal capres yang akan mereka dukung di 2024.
Mengenai ketiga nama tersebut, Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya menjelaskan pihaknya menyodorkan tiga nama bakal calon presiden (bacapres) dalam setiap komunikasi dengan partai politik lain. Namun, salah satu fokus pihaknya saat ini juga membaca respons publik terkait nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Jenderal Muhammad Andika Perkasa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
"Sekarang Nasdem lagi fokus juga pada fase membaca respons publik terhadap rakernas. Jadi kita akan lihat itu juga dan siapa yang paling kuat frekuensi atau sinyalnya dari respons publik dari tiga nama yang Nasdem usulkan tersebut," ujar Willy di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/7/2022).
Terkait koalisi, ia menjelaskan bahwa Partai Nasdem masih terus melakukan penjajakan dan komunikasi dengan partai politik lain. Termasuk dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.
"Belum masuk ke nama, saya bilang tadi belum kesepakatan, baru kesepahaman. Jadi masih menyamakan frekuensi, kalau ibarat di radio itu lagi muter-muter, lagi dicari mana yang presisi betul, jadi belum mengerucut pada nama," ujar Willy.
Kendati demikian, Partai Nasdem tak ingin menyepakati dan mengumumkan koalisi pada detik-detik akhir. Ia memastikan, koalisi dan pendaftaran pasangan calon presiden (capres) akan dilakukan sebelum September 2023.
Artikel Terkait
Puan Maharani Bongkar Masalah Utang Whoosh: DPR Akan Usut Tuntas!
Prof Henri Balik Badan Bongkar Rekayasa Gibran Cawapres: Saya Kecewa dengan Jokowi!
Misteri Dewa Luhut di Balik Proyek Whoosh: Rahasia yang Baru Terungkap
Fakta Mengejutkan di Balik Proyek Whoosh: Dugaan Markup Rp 60 Triliun dan Potensi Kerugian Negara