"Di dalam beberapa simulasi pasangan calon ditemukan bahwa faktor pasangan cawapres akan mempengaruhi preferensi pemilih dalam pilpres," tambahnya.
Menurut dia, saat ini terdapat tiga lapisan elektabilitas kandidat bila menggunakan simulasi 18 nama, antara lain Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, selaku tokoh dengan elektabilitas di atas 15 persen.
Selanjutnya, tokoh dengan elektabilitas 4 hingga 10 persen ada nama Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ridwan Kamil, dan Sandiaga Uno.
Sementara dalam simulasi "melawan Ganjar-Erick Thohir", Anies diprediksi menang jika dipasangkan dengan Sandiaga Uno dengan perolehan suara 49,5 persen.
"Anies juga akan menang jika dipasangkan dengan Ridwan Kamil dengan 49,1 persen," katanya.
Roki menambahkan pasangan Anies-Sandiaga bisa menang melawan pasangan Ganjar-Ridwan, karena suara pendukung Ridwan Kamil sendiri cukup signifikan menyokong Anies Baswedan.
Hal itu terlihat dari migrasi suara pemilih Ridwan Kamil jika Pilpres hanya mengerecut pada dua nama, yakni Anies Baswedan dan Prabowo Subianto, dengan perolehan suara masing-masing sebesar 46,4 persen, katanya.
"Jadi, meski yang paling populer adalah Prabowo, namun yang paling disukai adalah Ganjar dengan 90,7 persen, Sandiaga Uno dengan 84,7 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 83,2 persen, dan Anies dengan 81,2 persen," kata Roki. (Antara)
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?