"Apalagi sekarang Anies tertekan menurut lembaga survei, tidak menurut polling RH channel, jadi tertekan sehingga dalam psikologis sepertinya menggoyahkan juga kubu Anies," ungkapnya.
Karenanya membuat mantan Gubernur DKI Jakarta itu butuh cawapres yang bisa mendompleng kemenanganannya, meskipun AHY masuk menjadi kandidat, namun tidak ada jaminan bisa memperkuat elektabilitas Anies.
"Sehingga dia membutuhkan calon wakil presiden yang memang betul-betul bisa meningkatkan kembali elektabilitasnya, AHY tentu menjadi salah satu kandidat," ujar Refly.
"Tetapi tidak jaminan AHY pun akan bisa memperkuat elektabilitas itu, karena ketika diadu misalnya menurun lagi lembaga survei AHY juga tidak nomor satu sebagai kandidat wakil presiden dia hanya nomor 4 di bawah Ridwan Kamil, Erick Thohir, dan Sandiaga Salahuddin Uno," tandasnya.
Sumber: newsworthy
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?