"Apalagi sekarang Anies tertekan menurut lembaga survei, tidak menurut polling RH channel, jadi tertekan sehingga dalam psikologis sepertinya menggoyahkan juga kubu Anies," ungkapnya.
Karenanya membuat mantan Gubernur DKI Jakarta itu butuh cawapres yang bisa mendompleng kemenanganannya, meskipun AHY masuk menjadi kandidat, namun tidak ada jaminan bisa memperkuat elektabilitas Anies.
"Sehingga dia membutuhkan calon wakil presiden yang memang betul-betul bisa meningkatkan kembali elektabilitasnya, AHY tentu menjadi salah satu kandidat," ujar Refly.
"Tetapi tidak jaminan AHY pun akan bisa memperkuat elektabilitas itu, karena ketika diadu misalnya menurun lagi lembaga survei AHY juga tidak nomor satu sebagai kandidat wakil presiden dia hanya nomor 4 di bawah Ridwan Kamil, Erick Thohir, dan Sandiaga Salahuddin Uno," tandasnya.
Sumber: newsworthy
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?