Apalagi, tambah Jamiluddin, kekuatan politik orang nomor satu di Indonesia itu didukung pula oleh masih banyaknya relawan yang masih setia. Para relawan ini diharapkan akan mengarahkan suaranya sesuai sosok capres yang di endorse Jokowi.
Namun demikian, Jamiluddin berpendapat bahwa pandangan tentang pentingnya endorse Jokowi untuk memenangkan Pilpres tidaklah beralasan. Alasannya, hasil surveiLitbang Kompas mengungkapkan bahwa endorse Jokowi tidak berpengaruh signifikan. Bahkan, hanya sekitar 18 persen masyarakat yang mengikuti endorse Jokowi.
Artinya, urai Jamiluddin, temuan Litbang Kompas itu setidaknya mengindikasikan, endorse Jokowi kepada capres tertentu tidak akan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan elektabilitasnya.
"Kalau pun terjadi kenaikan, hal itu tidak.akan menjadi penentu kemenangan capres tersebut," pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri