Lebih lanjut, Paloh juga mengingatkan kepada para penegak hukum agar tak mempermainkan hukum. Seperti dengan mencari-cari kesalahan yang tak pernah ada.
"Tapi boleh lah NasDem juga mengingatkan kepada para penegak hukum. Jangan mencari-cari kesalahan yang tak perlu dicari, dan jangan pernah sekali-kali mempermainkan hukum itu sendiri," ujar Paloh.
Seperti diketahui, kader NasDem yang menjabat menteri di Kabinet Indonesia Maju tersandung dugaan kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Usai eks Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, kini nama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo atau SYL juga mesti berurusan dengan KPK.
SYL juga sudah menjalani pemeriksaan KPK terkait kasus dugaan penerimaan SPJ fiktif dan gratifikasi di lingkungan Kementan.
Kemudian sebelumnya, eks Menkominfo Johnny G Plate yang juga telah terjerat kasus dugaan korupsi proyek penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) Bakti Kominfo. Kasus Eks Sekjen NasDem itu pun ditangani langsung oleh Kejaksaan Agung.
Dari rentetan sejumlah kasus yang menyeret para menteri NasDem itu menuai spekulasi bahwa partai bertagline Gerakan Perubahan tersebut menjadi target setelah memutuskan mendukung Anies Baswedan sebagai capres di 2024.
Sumber: viva
Artikel Terkait
Kritik Amien Rais ke IKN: Tanah Gembur & Target “Mission Impossible” Prabowo yang Bikin Waswas
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut