Kicauan Fadli Zon itu menimpali respon Dahnil A Simanjuntak yang merupakan jubir Prabowo Subianto.
"Mas Butet ngomong opo? Ah sudahlah. Tidak ada waktu kami baper dan marah-marah sama tudingan dan kebencian. Lupakan. Yuk kerja bersatu untuk Indonesia maju dan berkompetisi dengan sehat tanpa mengorbankan persatuan," katanya.
Sementara itu politisi partai Demokrat Jansen Sitindaon juga turut mengkritisi puisi Butet tersebut.
Ia menyebut Butet yang sekarang jauh beda dengan yang dulu. Ia kini sekadar seniman komersil saja.
"Di zaman pak SBY dia sangat banyak mengkritik namun dulu aku masih menganggap tinggi mas Butet ini. Namun skrng SAH SUDAH. Dia ini kelasnya memang bukan budayawan tapi sekadar seniman komersil saja. Dan partisan, jadi jangan terlalu tinggi lagi kita melihat dia!" ungkapnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi