Kicauan Fadli Zon itu menimpali respon Dahnil A Simanjuntak yang merupakan jubir Prabowo Subianto.
"Mas Butet ngomong opo? Ah sudahlah. Tidak ada waktu kami baper dan marah-marah sama tudingan dan kebencian. Lupakan. Yuk kerja bersatu untuk Indonesia maju dan berkompetisi dengan sehat tanpa mengorbankan persatuan," katanya.
Sementara itu politisi partai Demokrat Jansen Sitindaon juga turut mengkritisi puisi Butet tersebut.
Ia menyebut Butet yang sekarang jauh beda dengan yang dulu. Ia kini sekadar seniman komersil saja.
"Di zaman pak SBY dia sangat banyak mengkritik namun dulu aku masih menganggap tinggi mas Butet ini. Namun skrng SAH SUDAH. Dia ini kelasnya memang bukan budayawan tapi sekadar seniman komersil saja. Dan partisan, jadi jangan terlalu tinggi lagi kita melihat dia!" ungkapnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?