Meskipun di sisi lain, kata Syahrial, Butet sebetulnya memahami banyak hal yang perlu diperbaiki dan ada pula yang salah di era kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).
“Kita tentu prihatin apabila budayawan masuk dalam ranah yang mengedepankan komersil. Ekspresinya akan terbatas dan tidak mampu menjangkau sisi-sisi lain adanya ruang perbedaan,” sesalnya.
Terlebih, menurut Syahrial, jika mengabaikan soal silent majority di tengah rezim saat ini justru indeks demokrasi dan kebebasan berpendapatnya sedang merosot.
“Saya kira, Butet sudah pada fase keberadaannya ada di kelompok yang anti perubahan dan bertengger pada kelompok yang pro kemapanan,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Sri Bintang Pamungkas Bongkar Fakta: Para Jenderal TNI Sudah Tahu Soal Teddy Sejak Lama, Bukan Rahasia Lagi!
Kritik Amien Rais ke IKN: Tanah Gembur & Target “Mission Impossible” Prabowo yang Bikin Waswas
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?