Menteri Pertahanan RI itu juga menjelaskan, politik di Indonesia harus bijaksana dan penuh kesadaran. Para pemimpin bangsa, kata dia, harus mampu menjadi ujung tombak yang mempersatukan keberagamaan suku, dari Sabang sampai Merauke.
"Politik kita harus politik yang bijaksana, politik yang cerdas, politik yang penuh kesadaran," katanya.
"Kita harus sadar bahwa negara kita terlalu besar, terlalu beragam, terlalu banyak suku, kelompok etnis, terlalu banyak daerah. Kalau unsur pimpinan tidak kompak dan tidak bisa kerja sama, tentu sulit sampai ke potensi kita," urainya.
Menurutnya, politik layaknya sepakbola, yang harus mengedepankan kerja sama jika ingin meraih satu tujuan yang sama, yaitu kemenangan. Sehingga, para pemimpin bangsa harus saling bekerja sama untuk menjadi juara.
"Analoginya, saya ini suka sepak bola, teamwork. Kita bisa menang kalau sebelas orang ini kerja sama, one tim. Ini yang bisa jadi juara. Indonesia perlu kerja sama itu," demikian Prabowo.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri