Sehingga tidak heran, menurut dia, sikap dan pribadi Anies menunjukkan karakter agamis, sebagaimana pernah diungkapan oleh Buya KH Said Aqil Sirodj dalam sebuah kesempatan.
Pun visi dan komitmen kepemimpinannya sangat kuat berpihak kepada dunia pendidikan, termasuk di dalamnya ponpes.
Gus Rouf melanjutkan, saat Anies menjadi rektor Universitas Paramadina, yang bersangkutan juga menggagas program 'Indonesia Mengajar'.
Lalu, semangat perubahan untuk perbaikan juga kental dengan corak kepemimpinan Anies.
"Karakter santri itu inovatif atau tidak jumud dan mempunyai keberanian untuk membela rakyat kecil. Kebijakannya berpihak kepada kemaslahatan umum atau limaslahatil ummah meskipun banyak tantangan berat mengadangnya. Lihat saja, saat Mas Anies berani menghentikan reklamasi teluk Jakarta saat dia menjadi gubernur Jakarta. Itulah model kepemimpinan santri yang mempunyai landasan spiritualitas yang kuat," ucap Gus Rouf.
Menurut dia, penyematan capres santri kepada sosok Anies sudah sesuai dengan sanad keilmuan yang menjadi tradisi kuat, dijaga, dan dipegang teguh di kalangan ponpes, baik pesantren salaf maupun modern.
Dia meyakini, jika Anies terpilih menjadi presiden maka Indonesia bakal semakin berperan penting di kancah internasional.
"Bangsa Indonesia sudah pernah dipimpin oleh seorang ulama dan kiai, yaitu Allahu Yarham KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Maka, sudah saatnya 2024 nanti, kita mempunyai presiden seorang santri, yaitu Mas Anies Rasyid Baswedan, inysa Allah bi indznillah," kata Gus Rouf berharap.
Sumber: kontenjatim
Artikel Terkait
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi