"Yang jadi soal adalah apakah Gibran mau misalnya memakai Golkar sebagai kendaraan politiknya tuh," tutur Rocky.
Namun mantan dosen Universitas Indonesia itu menduga Presiden Joko Widodo akan memiliki peran sentral dalam penentuan posisi Gibran. Pasalnya, Gibran berpotensi mengikuti pilihan sang ayah.
"Bisa juga Gibran menganggap ya memang tetapi pilihan saya adalah apa yang dipilihkan oleh ayah dia misalnya, kan Gibran seiya sekata dengan pilihan ayahnya tuh," ungkapnya, menambahkan.
Rocky tidak menampik bahwa Gibran memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan politknya. Namun ketika pilihan Jokowi dipilih oleh Wali Kota Solo itu, Gibran akan memastikan Prabowo Subianto sebagai pilihannya.
"Walaupun kita tahu ya manusia punya kebebasan tetapi dalam keadaan ini Gibran mungkin sudah dibisikkan," tutur Rocky.
"Kalau seandainya diloloskan maka kau pergi ke Prabowo, kira-kira itu kan. Jadi kita bikin analisis semacam itu," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan