"Yang jadi soal adalah apakah Gibran mau misalnya memakai Golkar sebagai kendaraan politiknya tuh," tutur Rocky.
Namun mantan dosen Universitas Indonesia itu menduga Presiden Joko Widodo akan memiliki peran sentral dalam penentuan posisi Gibran. Pasalnya, Gibran berpotensi mengikuti pilihan sang ayah.
"Bisa juga Gibran menganggap ya memang tetapi pilihan saya adalah apa yang dipilihkan oleh ayah dia misalnya, kan Gibran seiya sekata dengan pilihan ayahnya tuh," ungkapnya, menambahkan.
Rocky tidak menampik bahwa Gibran memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan politknya. Namun ketika pilihan Jokowi dipilih oleh Wali Kota Solo itu, Gibran akan memastikan Prabowo Subianto sebagai pilihannya.
"Walaupun kita tahu ya manusia punya kebebasan tetapi dalam keadaan ini Gibran mungkin sudah dibisikkan," tutur Rocky.
"Kalau seandainya diloloskan maka kau pergi ke Prabowo, kira-kira itu kan. Jadi kita bikin analisis semacam itu," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?