"Bagi publik internasional dianggap ini melanggar prinsip pertama demokrasi yaitu kesetaraan itu tidak boleh dimanfaatkan untuk satu orang, jadi enggak setara justru permainan hari ini kan," jelasnya.
Padahal, rakyat tengah menantikan sosok bakal cawapres yang akan mendampingi tiga capres, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto.
Kebingungan ini, tutur Rocky, dimanfaatkan oleh Jokowi yang dipastikan memberi perintah kepada sejumlah pihak. Namun Jokowi enggan memberikan arahan itu sebelum Gibran dapat mendampingi salah satu bakal capres tersebut.
"Publik bingung siapa yang mau jadi wakil presiden, semua menunggu fatwa Pak Jokowi langsung," tutur Rocky.
"Lama-lama orang tahun, oh kalau begitu memang Pak Jokowi enggak mau kasih fatwa sebelum Gibran fiks bisa mencalonkan diri sebagai wakil presiden," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Mens Rea Pandji: Analisis Lengkap Kontroversi, Gibran, dan Tudingan Antek Asing yang Mengguncang
PDIP 2029: Strategi Penyeimbang Rahasia & Peluang Duet Ulang Megawati-Prabowo?
Jokowi Masih Disalahkan? Kritik Pedas Ini Ungkap Alasan Nama Mantan Presiden Selalu Muncul di Setiap Masalah Bangsa
Eggi Sudjana Temui Jokowi di Solo: Benarkah Ada Permintaan Maaf? Ini Faktanya!