Jokowi bilang kritikan tersebut tak membuatnya goyah dalam terus membangun Indonesia, dia bilang kritikan tersebut hanya menghabiskan energi saja.
"Nah ini, ini contoh menghabiskan energi untuk hal tidak produktif itu, ya begini," katanya.
"Tapi enggak apa saya malah senang. Memang harus ada yang begini-begini, supaya lebih berwarna, supaya tidak monoton," tambah Jokowi.
Menurut Presiden international trust yang tinggi akan membuat kredibilitas negara akan lebih diakui, kedaulatan akan lebih dihormati dan pada akhirnya suara Indonesia akan lebih didengar sehingga memudahkan kita dalam bernegosiasi.
"Peluang tersebut harus mampu kita manfaatkan. Rugi besar kita jika melewatkan kesempatan ini karena tidak semua negara memilikinya dan belum tentu kita akan kembali memilikinya," ucapnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?
Prabowo dan Ancaman Penertiban Pengkritik: Benarkah Demokrasi Kita Semakin Muram?
Roy Suryo Dilarang Lawan Rismon: Kuasa Hukum Ungkap Alasan Mengejutkan dan Skenario End Game