POLHUKAM.ID - Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai wajar jika perusahaan milik Ketua Umum NasDem Surya Paloh diganggu oleh Presiden Joko Widodo lantaran dukungan NasDem terhadap Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden.
"Risiko melawan kekuasaan pasti dikerjai dalam konteks hukum dan bisnis pasti akan dikerjai, termasuk Surya Paloh," kata Ujang saat dihubungi, Senin (28/8/2023).
Meski hubungan Surya Paloh dan Jokowi sempat dekat, lanjut dia, keduanya berjarak setelah NasDem mendeklarasikan dukungan terhadap Anies.
Untuk itu, Ujang menilai Surya Paloh hanya memiliki dua pilihan dalam menentukan langkah politiknya menjelang Pilpres 2024.
"Pilihannya cuma dua, melawan atau ikut arus," ujar Ujang.
"Kalau melawan, artinya gaspol untuk mengusung Anies sebagai capres, kalah menang ya gaspol, tapi kalau ingin bersekutu kembali dengan Jokowi, ya renegosiasi," lanjut dia.
Artikel Terkait
Zulhas Gagal? Harga Minyakita Tembus Rp23.000, Ini Bukti Karut-marut Tata Niaga Pangan!
Harga Minyakita Melambung di Atas HET, Pengamat: Ini Bukti Kegagalan Zulhas Sebagai Menko Pangan
Seskab Teddy Bungkam saat Dihujat Amien Rais? Ternyata Ini Alasannya yang Mengejutkan!
Viral! Dandim Ternate Bongkar Alasan di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi – Ternyata Demi Ini