"Kini harus diubah haluannya untuk mendukung Anies," ujarnya.
Padahal selama ini kata Umam, para kiai sepuh konstituen PKB tersebut beranggapan bahwa sosok Anies adalah pengeksploitasi politik identitas. Sehingga dari kondisi ini, Umum menyimpulkan bahwa langkah politik Anies agak berat untuk recover elektabilitas.
"Jangan sampai salah perhitungan," kata dia.
Umam menilai langkah NasDem yang membentuk koalisi secara sembunyi-sembunyi dengan PKB penanda bagi berakhirnya Koalisi Perubahan untuk Perubahan. Hal itu, menurut dia, mempertegas sikap NasDem yang setengah hati untuk berhadap-hadapan dengan pemerintah.
Meskipun telah dikucilkan dari koalisi pendukung pemerintahan Presiden Jokowi, Umam menilai NasDem mencoba untuk melakukan negosiasi ulang.
"Alih-alih menantang pemerintah, Nasdem justru mencoba melalukan renegosiasi dengan kekuasaan," kata dia.
Selain itu, Umam pun meragukan tema perubahan yang digaungkan Anies dan NasDem dengan langkah melnggaet PKB dan Muhaimin ini. Dia pun menilai koalisi baru NasDem dengan PKB sebagai sekoci koalisi baru bentukan Istana, hasil kompromi Surya Paloh dengan Jokowi. Hal itu, menurut dia, juga terlihat dari keengganan Anies Baswedan mengkritik pemerintahan secara terbuka dalam berbagai kesempatan.
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh membenarkan soal kemungkinan duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar tersebut. Akan tetapi dia menilai belum ada keputusan final soal itu. Sementara PKS meminta semua pihak bersabar.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?