Jika kasus tersebut sampai keluar sebelum hari pencoblosan, maka Anies dipastikan akan gagal menjadi presiden. "Bayangkan misalnya dua hari sebelum pencoblosan sprindik keluar pada Cak Imin soal kardus segala macam masih ada di KPK, udah gagalah Anies kan, jadi kita musti hitung sampai di situ kira-kira," bebernya.
Menurutnya, Jokowi harus memastikan pengendaliannya maksimal agar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto atau bakal capres PDIP Ganjar Pranowo memenangkan Pilpres 2024.
"Karena Jokowi tetap ingin bahwa pengendalian dia harus maksimal, entah pada Ganjar atau pada Prabowo, jadi tetap di otak Jokowi 'Ganjar atau Prabowo', Anies itu nggak mungkin," ujarnya.
Sehingga Jokowi menggunakan Cak Imin untuk menawan Anies agar Ganjar atau Prabowo tak terkejar. "Kalau Anies mulai mengejar Ganjar dan apalagi mengejar Prabowo maka musti dibatalkan. Jadi sebetulnya Anies ditawan oleh Jokowi melalui Cak Imin," tandasnya.
Sumber: newsworthy
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?