Tak terima dengan itu, Ali pun menyinggung pilpres 2009. Ketika itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gencar diberitakan akan berpasangan dengan Hidayat Nur Wahid sebagai capres-cawapres. Namun ternyata SBY malah memilih Budiono.
"(Pilpres) 2009 saat itu santer SBY pasangan sama Nur Wahid. Eh, tiba-tiba Budiono. (Saat itu) PKS enggak baper tuh, biasa aja, iya kan," ucapnya.
Ali pun menegaskan NasDem hanya ingin berkoalisi dengan partai yang mengedepankan rasionalitas, pikiran, dan kesadaran yang sama.
"Jadi, kalau kemudian kita punya pemahaman tidak sama, ya begitu ada kemauan yang tidak kita ikuti terus kemudian kita rakyat pun nanti pameran lagi, pusing kita nanti kan, apa enggak repot mengelola?" tuturnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?