Dia menjelaskan, Jokowi menjadi presiden selama dua periode memang tidak terlepas dari peranan PDIP.
Namun, dia mengamati manuver yang dilakukan Jokowi beberapa waktu belakangan ini nampak melawan Megawati. Termasuk, dengan adanya uji materiil yang dilayangkan PSI dan beberapa individu masyarakat, terkait batas usia minimum Capres-Cawapres.
"Tentunya, dengan tidak mengabaikan peran utama PDIP, Jokowi juga telah menjadi kekuatan politik nasional tersendiri," ucapnya.
"Artinya, jika dia berkehendak untuk menjadikan Gibran Wapres, bisa diartikan Jokowi head to head dengan Megawati," demikian Hari menambahkan.
Sumber: rmol.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?