POLHUKAM.ID - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tak setuju dengan anggapan yang mengidentifikasi kemunculan Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo dalam tayangan Azan Magrib di sebuah stasiun televisi swasta sebagai bentuk dari politik identitas.
"Masa itu politik identitas? Definisinya gimana politik identitas?" ujar Yaqut usai menghadiri Pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Surabaya pada Rabu (13/9).
Yaqut menambahkan, masalah ini hanya soal sudut pandang dan berpendapat bahwa kemunculan Ganjar di tayangan tersebut tidak bisa langsung diidentifikasikan sebagai praktik politik identitas. Dia bahkan memberikan analogi untuk memperkuat argumennya.
"Kalau saya tiba-tiba tampil di iklan minuman air mineral misalnya, masak kemudian saya diidentikkan dengan saya ini tukang jualan air, kan enggak," ujar Menteri Agama yang biasa disapa Gus Men tersebut.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?