Tayangan yang menjadi sorotan itu menampilkan Ganjar Pranowo, bakal calon presiden dari PDIP, saat adegan salat berjamaah. Dalam tayangan tersebut, Ganjar mengenakan kemeja putih, peci hitam, dan sarung batik, sambil mempersilakan jemaah untuk masuk masjid.
Tayangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial dengan banyak warganet yang berpendapat bahwa ini adalah bentuk dari politik identitas. Namun, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga menegaskan bahwa tidak ada unsur politik identitas dalam tayangan tersebut.
"Kalau politik identitas itu kan politik yang tidak mencerdaskan kehidupan bangsa, politik yang miskin prestasi," kata Hasto.
Kontroversi ini membuka ruang diskusi tentang sejauh mana eksposur publik dari tokoh politik dalam konteks keagamaan bisa dianggap sebagai sebuah bentuk dari politik identitas. Selain itu, ia juga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana media dan publik sebaiknya mempersepsikan dan menilai tindakan seperti ini dalam ranah publik dan politik.
Sumber: inilah.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?