"Kenapa konglomerat tidak mau mendekat ke anda?" tanya Najwa Shihab.
"Karena mereka takut karena kami mengalami pengusaha yang berinteraksi mereka mengalami pemeriksaan pajak dll. Ada contoh di jabar dan jateng membantu tapi kemudian mereka diperiksa pajaknya. Padahal mereka bantu relawan untuk even di daerahnya masing-masing," ungkap Anies.
Lebih lanjut Najwa mengklarifikasi agar tudingan tersebut lebih terang soal siapa yang mengintimidasi.
"Mas Anies, supaya tidak suudzon saya minta klarifikasi. Anda menduga ada alat negara digunakan untuk mengintimidasi orang-orang yang membantu pencalonan anda?" tanya Najwa.
"Laporannya seperti itu," jawab Anies.
"Dan itu kalo alat negara yang memerintah berarti aparat negara setinggi apa?" tanya Najwa lagi.
"Saya tidak tahu seperti apa tapi faktanya seperti itu. Tapi saya ingin mempertanyakan ke diri sendiri dan kita semua akankah kita membiarkan republik ini dalam rasa takut, akankah kita membiarkan rasa bebas itu hilang di negeri ini saya rasa tidak, ini perjuangan kita semua, saya ajak semuanya termasuk ke para pengusaha itu agar jangan takut, Insya Allah kalau ada perubahan kita buat negeri ini aman semuanya," tegas Anies Baswedan.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?