Capres dari koalisi AMIN itu menilai dunia pendidikan yang lebih merujuk menjadi pabrik pekerja bagi pelakunya memiliki banyak indikator.
Menurutnya, salah satu indikator yakni anggaran biaya pada sektor pendidikan pada era Pemerintahan Jokowi terus mengalami pengurangan.
Sehingga mutu pendidikan di tanah air terbilang hanya menjadi sebuah pabrik pencetak pekerja bagi para terpendidik.
"Nomor satu, biaya pendidikan itu mahal education is expensive but stupidity is more expensive. Jadi pendidikan memang mahal tapi kebodohan itu lebih mahal lagi nah kita harus mengalokasikan anggaran yang cukup untuk pendidikan kalau boleh saya tambahin dan kesehatan karena itu satu paket, kualitas manusia itu bukan hanya pendidikan saja tapi kesehatan," kata Anies.
Di sisi lain, Anies Baswedan menunjukkan sebuah data yang dimilikinya dampak mahalnya pendidikan membuat minimnya kaum milenial yang dapat menempuh pendidikan pada bangku tingkat universitas.
"Contohnya saja data yg saya bawa milenials kita ini 86 juta, 40 persen lulusan SMA dan 40 persen lulusan SD, SMP, yg sarjana 14 persen," pungkasnya.
Sumber: tvone
Artikel Terkait
Puan Maharani Bongkar Masalah Utang Whoosh: DPR Akan Usut Tuntas!
Prof Henri Balik Badan Bongkar Rekayasa Gibran Cawapres: Saya Kecewa dengan Jokowi!
Misteri Dewa Luhut di Balik Proyek Whoosh: Rahasia yang Baru Terungkap
Fakta Mengejutkan di Balik Proyek Whoosh: Dugaan Markup Rp 60 Triliun dan Potensi Kerugian Negara