POLHUKAM.ID - Sekretaris Dewan Nasional Setara Institute Benny Soesetyo mengatakan, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi pemimpin yang kerdil jika memanfaatkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk maju menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2024.
Benny juga menyebut, dampaknya akan meluas hingga ke nama baik Jokowi yang sejauh ini sudah terbangun.
"Kalau dia tetap memaksakan itu, kalau toh dia jadi, dia akan menjadi pemimpin yang kerdil, sehingga apa, kekecewaan masyarakat semakin kuat dan itu terkena dampaknya adalah Pak Jokowi," ujar Benny dalam acara Rosi di Kompas TV, Kamis (19/10/2023) malam.
Anggota Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) ini menyebut, dampaknya sudah dirasakan dengan banyaknya tokoh dan cendekiawan yang kecewa pada putusan MK.
"Kita tidak mau Pak Jokowi terkena dampaknya, maka teman-teman yang mencintai Pak Jokowi membuat surat keprihatinan sebagai rasa cinta rasa sayang masyarakat terhadap Pak Jokowi," tutur Benny.
"Karena mereka dengan tulus selama ini membantu Pak Jokowi, tidak mendapat jabatan tidak dapat apa-apa, demi Indonesia masa depan yang diharapkan mampu mengantarkan pada perubahan," sambung dia.
Oleh sebab itu, dia menyarankan agar Jokowi bisa mencegah putra sulungnya itu maju menjadi cawapres 2024.
"Pak Jokowi bisa membaca tanda-tanda zaman ini dan Pak Jokowi mampu mengendalikan nafsu berkuasa itu dengan mengatakan urusan domestik harus dikalahkan dengan urusan negara," pungkas Benny.
Artikel Terkait
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan