Dia memandang, seharusnya Jokowi fokus menyelesaikan sisa masa jabatannya yang kurang lebih setahun lagi, agar meninggalkan legacy yang baik tidak hanya terkait infrastruktur dan kebijakan publik, tetapi juga gaya perilaku dan etika politik yang baik.
"Agar Jokowi bisa menjadi teladan dan panutan generasi selanjutnya," sambungnya menegaskan.
Khusus mengenai Pemilu Serentak 2024, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu memandang, Jokowi tidak terjebak pada hasrat mempertahankan kekuasaan.
Apalagi, akhir-akhir ini marak isu dinasti politik Jokowi sebagai imbas pencalonan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon presiden (capres) Prabowo Subianto.
"Jokowi seharusnya menjembatani transisi kepemimpinan nasional kepada presiden dan wakil presiden berikutnya dengan pola dan metode yang baik, sebagaimana transisi dari SBY ke Jokowi," demikian Biran menambahkan.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?