Sinergi Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan, perayaan Natal memiliki tujuan untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan kepedulian terhadap yang kurang mampu.
Hasto menekankan, semangat Natal mengakui setiap penduduk negara sebagai sama, seperti yang tertera dalam Pancasila.
Baca Juga: PDIP Desak PPATK Ungkap Rinci Dugaan Transaksi Mencurigakan Selama Kampanye
"Sebagai the guardian of diversity dengan ideologi Pancasila, PDI Perjuangan mengakui persamaan setiap warga negara.
Negara menjamin kebebasan menjalankan agama dan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing," ujar Hasto kepada media pada hari Senin (25/12).
"Dengan prinsip kebangsaan tersebut, perayaan Natal dianggap sebagai upaya untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan kepedulian terhadap yang kurang mampu," tambahnya.
Hasto menjelaskan, Natal adalah panggilan untuk berkarya demi kemanusiaan yang membawa pembebasan bagi yang miskin, terpinggirkan, dan diperlakukan tidak adil.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?