Sinergi Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan, perayaan Natal memiliki tujuan untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan kepedulian terhadap yang kurang mampu.
Hasto menekankan, semangat Natal mengakui setiap penduduk negara sebagai sama, seperti yang tertera dalam Pancasila.
Baca Juga: PDIP Desak PPATK Ungkap Rinci Dugaan Transaksi Mencurigakan Selama Kampanye
"Sebagai the guardian of diversity dengan ideologi Pancasila, PDI Perjuangan mengakui persamaan setiap warga negara.
Negara menjamin kebebasan menjalankan agama dan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing," ujar Hasto kepada media pada hari Senin (25/12).
"Dengan prinsip kebangsaan tersebut, perayaan Natal dianggap sebagai upaya untuk memperkuat persatuan, toleransi, dan kepedulian terhadap yang kurang mampu," tambahnya.
Hasto menjelaskan, Natal adalah panggilan untuk berkarya demi kemanusiaan yang membawa pembebasan bagi yang miskin, terpinggirkan, dan diperlakukan tidak adil.
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?