"Kita bangun untuk mengakrabkan, membangun kesepahaman, di antaranya bagaimana membangun tim yang kuat kemudian menjaring calon-calon," ujar Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (31/5).
Ia menjelaskan, ketiga partai dalam Koalisi Indonesia Bersatu belum memutuskan sosok yang akan diusung sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Namun, Partai Golkar, PAN, dan PPP memiliki perhitungan sendiri sebelum memutuskan hal tersebut.
"Peluang menang gimana itu bagian yang kita bicarakan, tapi siapa? Belum. Walaupun memang tidak akan lari dari stok yang ada, tidak mungkin tiba-tiba orang yang tidak pernah dikenal jadi capres kan, tidak mungkin," ujar Yandri.
"Mungkin Golkar ada pandangan sendiri, PAN ada pandangan sendiri, PPP ada pandangan sendiri atau ada partai yang nyusul gabung koalisi ini. Ya kita akan rembukan satu meja," katanya.
Peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli menilai, terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri atas Partai Golkar, PAN, dan PPP merupakan sesuatu yang bagus. Pasalnya, koalisi tersebut merupakan pertemuan antara kelompok nasionalis dan Islam.
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang