Baca Juga: Demam dan Diare Serang 158 Korban Banjir Braga Kota Bandung
Kendati dalam dua kontestasi tersebut ia dikalahkan, ia mengaku tidak pernah sekalipun membenci Jokowi.
"Dua kali kalah di Pilpres itu tentu bikin sedih tapi kami tidak saling benci, itu kan cuma kontestasi politik saja, di luar itu kami bersahabat baik," ujar dia.
Ia menilai sosok Jokowi adalah contoh negarawan yang bijak dan arif karena mau merangkul dirinya untuk bekerja bersama membangun Indonesia, usai kontestasi 2019.
Baca Juga: Lima Kecamatan di Kabupaten Bandung Terdampak Banjir, Ribuan Orang Mengungsi
"Pak Jokowi itu pemimpin yang bijak dan arif, buktinya meskipun lawan politik di kontestasi pada 2019 saya diajak masuk ke pemerintahan untuk sama sama membangun Indonesia," ucapnya.
"Tak hanya itu, beliau (Jokowi) juga selalu bekerja keras untuk mengurangi penderitaan masyarakat indonesia, untuk itu hal - hal yang baik seperti ini harus tetap dilanjutkan demi kepentingan seluruh rakyat," tandasnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: melansir.com
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?