"Dan terjadi konflik internal perebutan Ketua Umum PPP, antara Ketum yang baru dengan mantan ketua umum lama yang di kabinet Suharso Monoarfa. Jadi secara kultural, pengaruh para kiai dan trah tokoh-tokoh PPP luntur," kata Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/3).
Sehingga kata Muslim, runtuhnya marwah kiai dan tokoh di mata rakyat menjadi penyebab gagal suara elektoral PPP untuk memenuhi parliamentary threshold.
"Bisa juga ditambah dengan kiprah PPP yang seharusnya berada di garda terdepan untuk kasus-kasus yang menimpa umat, PPP malah tidak peduli dan gubris," pungkas Muslim.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo