"Sesungguhnya sebagai petugas partai kita harus tahu menempatkan posisi, kita harus paham dengan gerakan kita itu apakah itu sudah menunjukan bahwa kita punya mau kan begitu. Santai saja menunggu perintah Ibu Ketua Umum," ujar Junimart di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/6/2022).
Junimart menegaskan, Ganjar merupakan salah satu kader tulen partai berlambang kepala banteng itu. Namun sebagai seorang kader, ia juga harus taat terhadap azas partai dan kewenangan dari Megawati yang merupakan hasil Kongres PDIP pada 2019.
"Kalau dia petugas partai, harus tegak lurus, kalau kita A, Ibu (Megawati) B, ya kira harus B dong, tidak bisa A. Tenang-tenang saja, saya juga mau jadi presiden ya boleh saja Ibu menunjuk saya sebagai capres, boleh dong kenapa tidak," ujar Junimart.
"Santai saja, jangan terlalu kelihatan kita terlalu bernafsu menjadi presiden," imbuh Wakil Ketua Komisi II DPR itu.
Kendati demikian, ia tak bisa melarang jika ada kelompok masyarakat yang mendeklarasikan diri untuk mendukung Ganjar sebagai calon presiden (capres). Menurutnya, itu merupakan hak warga negara dalam mengutarakan pendapatnya yang sudah diatur dalam konstitusi.
Artikel Terkait
Gibran di Pilpres 2029: Beban atau Aset? Analisis Mengejutkan Soal Risiko Prabowo
Rahasia 4,5 Jam Prabowo dengan 5 Raja Bisnis Indonesia: Apa yang Dibahas di Balik Pintu Tertutup?
Amien Rais Bongkar Keresahan Jokowi: Bisakah Gibran & PSI Menang Pilpres 2029?
Amien Rais Bongkar Penyebab Kesehatan Jokowi Drop Drastis Pasca Lengser, Ini Faktanya!