Menurutnya, NasDem diibaratkan seorang gadis elok yang tengah diperebutkan oleh para lelaki di sekelilingnya. Lantaran NasDem yang lihai membangun komunikasi dengan partai lain, namun pandai menjaga relasi dengan partai pemerintah.
"Nasdem kalau saya ibaratkan saat ini adalah gadis elok yang bisa menjadi jembatan-jembatan bagi partai lain untuk membuka komunikasi dengan partai lain karena posisinya yang ada di tengah-tengah termasuk memiliki relasi baik dengan partai pemerintah dan PDIP yang akan menjadi kunci," kata Surokim dilansir dari pada Selasa (7/6/2022).
Di samping itu, NasDem tidak mungkin mencalonkan Ketua Umum-nya Surya Paloh dalam gelaran pilpres 2024 nanti.
Hal itu dinilai menjadi ketertarikan setiap partai lain untuk membangun komunikasi serta relasi dengan NasDem demi memuluskan langkahnya mengusung nama kader partainya."NasDem menjadi rebutan karena dianggap dan diyakini tidak akan mengusung ketum menjadi calon kandidat sehingga lebih leluasa untuk diajak koalisi partai lain," ujarnya.
Artikel Terkait
Partai Baru Hanya Kendaraan Pragmatis? Ini Bahaya Catch-All Party Tanpa Ideologi
SP3 Eggi-Damai: Strategi Rahasia Jokowi untuk Kuasai Peta Politik 2029?
SBY Beri Peringatan Mengerikan: Dunia di Ambang Perang? Ini Langkah Darurat yang Diserukan
Anies Baswedan Dapat Kartu Anggota 0001, Gerakan Rakyat Target Jadi Partai Politik 2026!