POLHUKAM.ID - Pementasan teater bertajuk ”Wawancara dengan Mulyono” pada Sabtu (15/2/2025) di Institut Seni Budaya Indonesia Bandung batal terlaksana.
Hal ini disebabkan tempat acara tidak bisa diakses karena pintunya digembok.
Teater Payung Hitam menyelenggarakan pementasan bertajuk ”Wawancara dengan Mulyono” itu untuk merayakan 43 tahun perjalananan kreatifnya.
Pementasan direncanakan pada pukul 19.00, Sabtu, dengan jumlah penonton 80 orang. Teater monolog ini dengan pelakon Rachman Sabur dan Tony Broer.
Pada Minggu (16/2/2025), pintu tempat pementasan teater masih digembok.
Rachman Sabur yang juga sutradara teater saat diwawancarai pada Minggu mengatakan, peristiwa ini sungguh ironis.
Sebab, pertunjukan sebuah karya seni justru diduga dihentikan pihak kampus kesenian seperti ISBI Bandung.
Ia mengungkapkan, dugaan penolakan pihak kampus sudah terlihat sejak dua hari jelang pertunjukan teaternya.
”Sebelumnya pihak kampus sudah dua kali menurunkan baliho pertunjukan ”Wawancara dengan Mulyono”. Ketika kami meminta klarifikasi dari pihak kampus, mereka tak meresponsnya,” kata Rachman.
Ia menyatakan aksi ini merupakan sikap paranoid kampus dengan pihak tertentu.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?