Mereka, kata dia, harus ditindak termasuk jika ternyata pelakunya punya niat jahat untuk menjatuhkan Anies. Menurutnya, cara-cara kotor dalam Pemilu harus dilawan karena membuat proses demokrasi menjadi tidak sehat.
"Meskipun saya bukan pendukung Anies sejak dulu, sejak Pilgub DKI, tapi kita mencegah semua cara-cara kotor dalam proses Pemilu. Tentu saya tidak mau kalau cara-cara kotor seperti itu dialami oleh capres dukungan saya yang didukung PDIP dan direstui oleh Ibu Mega," tuturnya.
Ia mengaku tidak secara pasti mengetahui apakah ada pihak tertentu yang ingin menjatuhkan Anies lewat tindakan-tindakan tersebut. Namun, yang terpenting menurut Hamka adalah penegakan hukum terhadap orang yang mengaku FPI dan pengibar bendera HTI.
"Seluruh pelanggaran hukum dan cara-cara kotor untuk menjatuhkan seseorang harus diusut dan ditindak. Saya tidak tahu persis (niat menjatuhkan Anies.red). Saya hanya berandai. Bahwa semua harus ditindak termasuk andaikata ada indikasi seperti itu," pungkasnya.
Sumber: populis.id
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?