Terkait ini, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consukting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, Giring bisa saja maju dalam Pilgub DKI Jakarta.
Asalkan, kata dia, bisa mengakomodir semua kepentingan kelompok, bukan hanya satu atau beberapa kelompok saja.
"Kalau saya liat model dia (Giring) terkesan belum bisa untuk mengayomi. Belum berada diatas semua kelompok dan kepentingan. Itu yang saya liat rasa-rasanya kok belom gitu," kata Pangi saat dihubungi Suara.com, Kamis (9/6/2022).
Selama ini, Pangi menilai Giring sebagai tokoh yang memiliki penilaian subjektif. Giring dianggap selalu menyerang kelompok oposisi meski pihak lain menunjukkan kerja nyata.
"Kita manusia kan punya akal, artinya kita harus terukur. Kalau memang sesuatu ada kerja hasil, kita apresiaisi dong, tapi kalau kemudian kita melihat ada yang gak beres itu kita kritik. Gak boleh juga kita dukung karena tidak mungkin menegakkan benang yang basah," jelasnya.
Terpenting jika ingin benar-benar maju dalam pertarungan cagub DKI, Giring harus punya racikan elektoral. Ia harus memiliki data yang mumpuni tentang elektabilitasnya.
"Racikan elektoral itu yang bisa menentukan ia berada dimana, apakah papan atas, tengah atau masih jongkok. Sehingga tidak membuat over confident," pungkasnya.
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?