POLHUKAM.ID - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD angkat suara soal keributan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi.
Mahfud MD menilai kegaduhan tentang ijazah palsu Jokowi tidak memberikan manfaat nyata bagi negara.
Hal itu disampaikan Mahfud seusai Jokowi memilih menyelesaikan lewat jalur hukum dengan melaporkan sejumlah pihak yang meragukan ijazah dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) miliknya.
"Apa coba gunanya bagi negara? Kan hanya soal moralitas," kata Mahfud dalam video yang diungguh melalui kanal Mahfud MD Official di Youtube, Selasa (6/5).
Menurutnya, penyelasaian lewat jalur hukum lebih elegan ketimbang cara sebelumnya.
Dia juga menjelaskan politik memang merupakan ajang perebutan jabatan publik, tetapi harus tetap dilandasi oleh kejujuran dan komitmen untuk memperbaiki negara.
"Karena dengan kebohongan, sesudah selesai pun lawan politik akan terus mengungkit-ungkit, seperti yang sekarang terjadi. Kan, tidak enak juga," tuturnya.
Oleh karena itu, Mahfud yang kembali menekankan pentingnya membangun moralitas sejak sebelum seseorang memasuki dunia politik.
"Moralitas itu harus dibangun sejak orang belum masuk ke arena pertarungan politik," pungkas Mahfud.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?