Masalah lainnya adalah bahwa deepfake merusak rasa kepercayaan terhadap konten audio dan video karena dapat digunakan untuk tujuan berbahaya. Misalnya, dalam kasus baru-baru ini, wawancara palsu dengan Elon Musk digunakan untuk mempromosikan penipuan cryptocurrency.
Berbagai pakar dan institusi, seperti Europol, memperingatkan bahwa meningkatnya ketersediaan deepfake dapat menyebabkan proliferasi lebih lanjut terkait disinformasi di Internet.
Namun tidak semuanya merupakan berita buruk. Manipulasi gambar sama tuanya dengan gambar itu sendiri, dan CGI telah ada selama beberapa dekade, dan keduanya telah dimanfaatkan untuk penggunaan yang layak, seperti halnya deepfake.
Misalnya, dalam video Kendrick Lamar baru-baru ini, Heart Part 5, teknologi deepfake digunakan untuk mengubah wajah rapper menjadi selebritas terkenal lainnya, seperti Kanye West. Dalam film Top Gun: Maverick, sebuah algoritma digunakan untuk menyuarakan karakter Val Kilmer setelah sang aktor kehilangan suaranya.
Algoritma deepfake juga digunakan untuk membuat serial TikTok viral yang dibintangi oleh Tom Cruise palsu. Dan beberapa startup mencari cara baru untuk menggunakan teknologi, misalnya, untuk menghasilkan avatar metaverse yang hidup.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid