Dianita diketahui telah tinggal di klaster perumahan tersebut selama dua hingga tiga tahun terakhir, bersama dua orang anaknya. Suaminya telah meninggal dunia karena sakit beberapa waktu lalu.
Eka menggambarkan kehidupan di lingkungan itu yang padat aktivitas, sehingga interaksi antar tetangga tidak terlalu intens. Saat kejadian penjemputan, ia tidak berada di lokasi.
Pesan Terakhir Aipda Dianita Sebelum Dijemput
Sementara itu, Udi, salah seorang petugas keamanan (satpam) yang mengenal Dianita secara pribadi, mengungkapkan pesan terakhir polwan tersebut sebelum dibawa pergi.
“Mau berangkat dia sempat bilang, ‘Pak tolong matiin sanyo ya’,” ujar Udi, menirukan ucapan Dianita yang disampaikan dari dalam mobil di dekat gerbang masuk klaster.
Udi menegaskan bahwa di matanya, Dianita adalah sosok yang baik dan tidak pernah bermasalah dengan warga sekitar.
Kondisi Rumah dan Proses Hukum Berjalan
Sejak dibawa rombongan polisi, Dianita belum kembali ke rumah. Kedua anaknya telah dijemput oleh keluarga dari pihak orang tua, sehingga rumah tersebut kini dalam keadaan kosong.
Eka Media selaku Ketua RT menyatakan harapannya agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan. “Kalau secara keseharian ya normal-normal saja. Baik-baik saja. Selebihnya kita serahkan ke proses yang berjalan,” tutupnya.
Artikel Terkait
Jet Pribadi untuk Menag Nasaruddin Umar: KPK Selidiki OSO, Ini Fakta yang Terungkap
Abraham Samad Bongkar Dosa Kolektif Pelemahan KPK: Ini Usulan Darurat untuk Prabowo
AKBP Didik Putra Kuncoro Ditahan Bareskrim: Sabu, Ekstasi, dan Ketamin Diamankan dari Mantan Kapolres
Jaksa Agung Burhanuddin Bongkar Praktik Mengerikan: Aset Sitaan Negara Dikorupsi oleh Oknum Jaksa Sendiri!