POLHUKAM.ID - Hampir dua bulan, KPK temukan penyelundupan bijih nikel ke China sebanyak 5,3 juta ton sepanjang Januari 2020 hingga Juni 2022, tak jelas nasibnya. Alhasil, negara merugi Rp14,5 triliun. Bisa jadi benar dugaan banyak kalangan, kasus ini melibatkan tokoh penting.
Tak sedang bercanda, ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri menduga ada orang dekat Presiden Jokowi terseret dalam penyelundupan bijih nikel ke China.
Masih kata Faisal, peluang terjadinya penyelundupan bijih nikel (ore), pernah disampaikan ke Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut B Pandjiatan. Namun dijawab Deputi bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hari Seto. Sayangnya, jawabannya justru aneh.
“Dikatakan itu sebagai masa transisi. Lho, transisi kok (penyelundupan) 3,3 juta ton,” kata Faisal dalam Kajian Tengah Tahun 2023 Indef, Jakarta, Selasa (8/8/2023).
Faisal meyakini, Menko Luhut cukup mengetahui masalah ini. termasuk adanya menteri yang diduga terseret penyelundupan 5,3 juta ton bijih nikel ke China. “Sebetulnya semua sudah tahu (penyelundupan bijih nikel). Bahkan, Pak Luhut sudah melaporkan aktor penyelundupnya ke KPK, diantaranya menteri juga dan kerabat dekat presiden,” tambahnya.
Pandangan senada disampaikan pengamat ekonomi energi UGM, Fahmy Radhi bahwa penyelundupan 5,3 juta ton bijih nikel, tidak mungkin dilakukan orang per orang. Tentunya mafia tambang yang bermain. Beranggotakan pengusaha atau eksportir, pejabat negara pembuat kebijakan yang dibekingi aparat penegak hukum.
Artikel Terkait
Gugatan 9 Jenderal Purnawirawan Soal Ijazah Jokowi Disebut Salah Alamat, Ini Jalur Hukum yang Benar!
Abdul Wahid Bongkar Kejanggalan Dakwaan KPK: OTT Rp800 Juta hingga Jatah Preman Tak Ada dalam Berkas!
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?