Papua - Kelompok Separatis dan Teroris (KST) menarasikan dirinya sebagai pahlawan untuk kemerdekaan Papua.
Dengan terus menyuarakan isu HAM untuk lepas dari NKRI, justru KST Papua terus meneror bahkan hingga membunuh warga sipil yang tidak bersalah.
Saat ini, evaluasi pendekatan keamanan hingga tindakan tegas tengah diupayakan aparat terhadap keberadaan KST Papua untuk mengantisipasi siklus kekerasan kembali terjadi dan menambah korban jiwa.
Baca Juga: 5 Urutan Zodiak yang Lebih Menyukai Lingkaran Perteman Kecil
Namun di sisi lain, pemetaan terhadap kekuatan kelompok tersebut perlu dilakukan. Selain melalui jalur peperangan angkat senjata, mereka juga bermain narasi melalui media sosial dan media online untuk mempengaruhi publik.
Hingga saat ini, isu pelanggaran dan penegakan HAM masih digunakan kelompok tersebut untuk mempengaruhi dunia internasional demi terbukanya peluang lepas dari Indonesia.
Padahal selama ini, merekalah justru yang melakukan pelanggaran HAM secara kejam.
Baca Juga: Gegara Trending di Medsos! Nama 'Samsul' yang Ditulis Gibran di Twitter Viral!
Artikel Terkait
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?
Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK: Apa Hasil Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara?