Selain itu, ada 46 tindak pidana keamanan negara dan keTertiban umum, dan tujuh perkara narkotika dan zat adiktif lainnya. ‘’Sisanya tindak pidana ringan (tipiring),’’ sebutnya.
Berdasarkan jenis perkara, tindak pidana pelanggaran Undang-undang Kesehatan mendominasi 26 persen.
Disusul pencurian 22 persen serta selanjutnya tindak pidana perlindungan anak dan penipuan atau penggelapan.
‘’Ada juga perkara lain seperti narkotika, penganiayaan, pornografi dan kejahatan terhadap kesusilaan,’’ ungkapnya.
Menurut dia, dalam menegakkan hukum pihaknya tidak terlepas dari berbagai tantangan serta proses dan dinamika perkembangan hukum dewasa ini.
Apalagi, beberapa jenis kejahatan dan tindak pidana dari waktu ke waktu juga tumbuh semakin masif dan agresif.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarmadiun.jawapos.com
Artikel Terkait
2 Mantan Perwira Polri Jadi Tersangka TPPU Narkoba, Ada Bandar dan Sabu 488 Gram!
Mantan Gubernur Lampung Ditahan! Tersangka Korupsi Rp271 Miliar, Aset Rp35 Miliar Disita
Polisi Bekuk Dua Otak Pencucian Uang Jaringan Narkoba Ko Erwin, Rekening Karyawan Dikendalikan dari Malaysia
Khalid Basalamah Kembalikan Rp 8,4 M ke KPK: Pengakuan Mengejutkan di Balik Skandal Kuota Haji!