Baca Juga: Gubernur Rusdy Mastura Hadiri Gala Dinner Bersama Raja Media yang Juga Ketum Perindo
Vanny menjelaskan bahwa dirinya dan Benny pernah menjadi rekan bisnis. Keduanya terlibat kerjasama pengiriman material dari Palu ke Kalimantan.
Benny bertanggung jawab menyuplai material, sedangkan Vanny mengirimkan material kepada buyer yang berada di Kalimantan via kapal tongkang.
Vanny mengungkapkan, volume material dalam kontrak yang dikirim kepada buyer di Kalimantan yaitu 2.400 meter kubik (M3). Namun yang dilaporkan kepada dirinya yang terkirim hanya 1.800 M3.
Sementara data lapangan yang ia dapatkan bahwa material yang dikirim sekitar 2.200 M3. Ada selisih sekitar 600 M3, yang berusaha disembunyikan dari dirinya.
Selain itu, Vanny mengaku bahwa dirinya juga dituntut soal keuntungan dari fee pemuatan kapal. Padahal fee kapal adalah fee yang menjadi bagiannya.
"Fee kapal justru mau diambil sama mereka (Benny/pelapor). Itu juga yang dia bilang saya penipuan atau penggelapan. Padahal itu fee kapal," ungkap Vanny membela diri.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: metrosulteng.com
Artikel Terkait
Abu Janda Cs Terancam Bui! 40 Ormas Islam Lapor Polisi, Publik Desak Proses Hukum Tanpa Pandang Bulu
Kasus Pemukulan Waketum PSI Berakhir Damai: Restorative Justice Jadi Jalan Tengah
Ijazah Jokowi Digugat Lagi ke PN Solo! Alumni UGM Ini Bongkar Misi di Balik Gugatan
KPK Bongkar Aliran Duit Panas DJKA ke Stafsus, Kini Menduga Mengalir ke Eks Menhub Budi Karya