Meutya mengatakan bahwa kasus penganiayaan oleh prajurit TNI merupakan masalah serius yang harus segera diselesaikan.
Ia meminta agar TNI tidak hanya fokus pada pemberian sanksi kepada pelaku, tetapi juga pada mencari akar permasalahan yang menyebabkan terjadinya kasus tersebut.
"TNI harus mencari akar permasalahannya. Apakah karena masalah disiplin, masalah kesejahteraan, atau masalah lainnya.
Baca Juga: PDI-P Boyolali Ungkap Penderitaan Relawan: Diduga Dianiaya oleh Oknum TNI, Trauma Berkepanjangan
Jika masalahnya adalah disiplin, maka TNI harus meningkatkan disiplin prajuritnya. Jika masalahnya adalah kesejahteraan, maka TNI harus meningkatkan kesejahteraan prajuritnya," kata Meutya.
Meutya berharap agar TNI dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah terjadinya kasus penganiayaan oleh prajurit TNI di masa depan.
Ia meminta agar TNI dapat memberikan pendidikan dan pelatihan yang lebih baik kepada para prajuritnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: begayepontianak.com
Artikel Terkait
Gus Alex Ditahan KPK: Modus Korupsi Kuota Haji yang Rugikan Negara Rp622 Miliar Terungkap!
Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi, Tapi Malah Dilaporkan Polisi karena Ijazah S2-S3 Palsu?
Fuad Hasan Belum Jadi Tersangka, MAKI Desak KPK: Ini Pihak Paling Diuntungkan!
Aksi Banser Kepung KPK: Protes Pemeriksaan Gus Yaqut Sampai Tarik Kawat Berduri, Ini Kronologinya