Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 81 ayat, 2, UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto Pasal 76D Juncto Pasal 81 ayat, 2, UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 82, 1.
UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU juncto Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat, 1, UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.
’’Pelaku dijerat dengan tindak pidana melakukan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak dengan ancaman hukuman paling lama sembilan tahun penjara,’’ tegasnya.
Sejumlah barang bukti turut disita. Di antaranya, pakaian pelaku dan korban serta flashdisk berisi rekaman CCTV kejadian pencabulan. (ori/ron)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarmojokerto.jawapos.com
Artikel Terkait
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?
Yaqut Cholil Qoumas Kembali ke Rutan KPK: Apa Hasil Pemeriksaan Kesehatan di RS Bhayangkara?